DEAR MY DIARY

Dear my diary…

Barisan ayat penuh arti dalam kertas putih
Itu puisi…
Tak ubahnya kehidupan
Ada kejujuran
Air mata
Ke sinisan
Ada pengharapan
Sedikit cemas
Dan banyak rindunya
Apapun kisah nya tergambar doa doa dibalik ayat ayat nya…
Lewat kata kita luahkan yang ada
Lewat kata terasa semua tersampaikan
Antara penulis dan pembaca sama sama tiada beda
Bersiaplah bergumul dengan kata
Ketika kau membaca ayat ayat Pablo neruda , Kahlil Gibran ,Khalid Salle ,kamaria buang ,W.S Rendra atau Soe hok gie dan banyak lagi karya yang tercipta dari ujung sebuah pena
Apa kata matamu..???
Jangan jadi seperti mereka
Sudah jelas mereka bukan kita
Mereka yang habis kan hidup bersama ayat ayat kehidupan yang mereka cipta
Tak henti selagi bernafas tuk mengajak jiwa jiwa muda tuk berani bersuara
Suarakan kegelisahan-mu
Suarakan harapan-mu
Suarakan cinta dan rindu-mu
Hanya secarik kertas dan sedikit tinta
Lalu biarkan hati dan pikiran mu menyatu
Maka kau dapat melihat kehidupan hanya lewat kata kata…
Dari mereka
Aq melihat kata menjadi makna
Aq melihat barisan kata yang bernyawa
Aq ingin menjadi mereka… Tidak …
Aq adalah aq dengan kebodohan ku
Aq adalah aq menatap dari masa ku
Aq adalah aq yang cinta puisi…
Seperti mereka yang tak,kan berhenti menulis hingga tinta terakhir…

Bukan Puisi

YY

Advertisements

Cinta

Bukan perkara tentang cinta atau tidak cinta, maupun sayang atau tidak sayang

Hanya saja diri ini terlalu menyadari akan realita yang sebenarnya enggan berpihak

Dan bukan karena tidak ingin berjuang ataupun terlalu letih bertahan
Hanya saja semesta memang tidak menceritakan akhir kisah menjadi seutuhnya ‘kita’

Karena nyatanya kita saling tak berdaya melawan atau merutuki semesta yang mungkin sedang bercanda
Bahkan sudah tak mampu untuk merasa gusar akan pilihan takdir yang tak sesuai keinginan
Dan pada akhirnya aku tergugu, membisu di ruang rindu yang hampa suara
Menikmati kekangan ego yang selalu ingin meronta
Dan ini, bukan tentang hati yang memaksa ingin bersama
Namun tentang merelakan karena semesta yang tak ingin kita bersama

RENUNGAN DIRI

Aku sedang mengistirahatkan hati dan kepalaku
tak ingin memikirkan apapun termasuk kamu ,
Kuletakkan semua harapan dan mimpiku ….

Aku ingin memejam bersama sepi ,
biarkan sebentar saja seperti ini
Aku butuh lega berkali-kali
untuk membunuh cabang yg mencuat dari kepalaku ……..

Kadang aku lelah dan ingin menyerah ……
Dibawa takdir yang mengantarmu untuk tetap hadir atau menyingkir …..

Aku ingin berhenti menebak masa depan apa yang mungkin terukir …….
Aku ingin diam seperti guguran daun yang jatuh ke sungai …….
Hanyut kemanapun lalu selesai …..

TEGUH PADA AJARAN RASULULLAH

Inti dari hadits ini adalah bagaimana seorang muslim memegang pesan-pesan yang terkandung dalam ajaran Al-Quran dan Hadits. Tentu pesan-pesan itu adalah pesan-pesan tentang bagaimana melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Hadits Arbain No. 28 ini berbunyi sebagai berikut.

عَنْ أَبِي نَجِيْحٍ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَاريةَ رَضي الله عنه قَالَ : وَعَظَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ الله عليه وسلم مَوْعِظَةً وَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوْبُ، وَذَرِفَتْ مِنْهَا الْعُيُوْنُ، فَقُلْنَا : يَا رَسُوْلَ اللهِ، كَأَنَّهَا مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ، فَأَوْصِنَا، قَالَ : أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفاً كًثِيْراً. فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ، فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

Dari Abu Najih Al Irbadh bin Sariah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam memberikan kami nasehat yang membuat hati kami bergetar dan air mata kami bercucuran. Maka kami berkata : Ya Rasulullah, seakan-akan ini merupakan nasehat perpisahan, maka berilah kami wasiat. Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “ Saya wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah ta’ala, tunduk dan patuh kepada pemimpin kalian meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak. Karena di antara kalian yang hidup (setelah ini) akan menyaksikan banyaknya perselisihan. Hendaklah kalian berpegang teguh terhadap ajaranku dan ajaran Khulafaurrasyidin yang mendapatkan petunjuk, gigitlah (genggamlah dengan kuat) dengan geraham. Hendaklah kalian menghindari perkara yang diada-adakan, karena semua perkara bid’ah adalah sesat. HR. Abi Dawud. No 4607

Taqwa sendiri dimaknai dengan menjauhi apa yang Allah cegah dan melaksanakan apa yang diperintahkan Allah.

Hadits ini berbicara khusus tentang wasiat Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam. Wasiat itu mengandung 4 pesan utama;

#1. Taqwa Kepada Allah. Secara tulus dan ikhlas melaksanakan apa yang Allah perintahkan meski berat untuk melaksanakannya. Sebaliknya menjauhi apa yang betul-betul Allah larang. Mintalah untuk dikuatkan menjalankan perintah dan cegahan-Nya

#2. Patuh pada pemimpin. Patuhi pemimpin meski ia berasal dari seorang budak. Tentu pemimpin di sini adalah pemimpin yang telah mampu menjaga ketakwaan pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

#3. Teguh pada ajaran Rasulullah. Memegang erat (gigit dengan geraham) apa yang disampaikan oleh Rasulullah melalui Al-Quran dan Sunah.

#4. Menghindari perkara-perkara yang diada-adakan. Penting untuk menghindari hal-hal yang diada-ada dalam urusan agama. Hanya pada Al-Quran dan Sunah jika dalam urusan agama.

Jika empat pesan ini dijalankan secara konsisten dari mulai individu muslim maka yang dikhawatirkan Rasulullah tentang akan terjadinya perselisihan dan perpecahan akan dapat diperkecil peluangnya.
SEMOGA BERMANFAAT

Terus dan senantiasa berdzikir dengan mengucapkan

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

Subhanallah wa bihamdihi subhaanallaahil azhim

“Maha Suci Allah dengan segala pujian-Nya dan Maha Suci Allah Yang Maha Agung”

WANITA PENDAMBA SYURGA

Pesona akhlakmu bagai mutiara yang berkilauan
Halus tuturmu menggambarkan pribadi yang santun
Kecantikan hatimu laksana kapas tanpa noda
Kesejukan aura jiwamu seperti bidadari syurga
Kau hiasi dirimu dengan bingkaian akhlak islami
Semakin berwibawa karena auratmu terhijabi…..

Saat wanita lain bergelimang kesenangan semu
Menari-nari di atas lantai dansa
Menenggak arak dalam gelas-gelas kristal
Engkau justru mengurung diri
Mentafakuri kehidupan akhirat yang masih ghaib
Mengembara dalam pencarian jati diri…

Di saat wanita lain asyik memilih busana trendi
Sibuk memoles tubuh dan wajah
Berlomba memamerkan aurat mereka
Engkau justru tampil bersahaja
Dalam balutan gamis dan kerudung panjang
Engkau sembunyikan auratmu
Agar tak terjamah pesona kecantikan itu
Dari mata-mata lelaki jalang….
Di saat wanita-wanita lain tertawa lepas
Menikmati euphoria tanpa batas
Menebar cinta basi pada lelaki
Engkau justru menangis dalam sujud
Mendaki taubat dalam bukit tahajud
Mengemis ampunan pada Penggenggam nyawa
Menutup lisan dari bicara sia-sia…

Di saat wanita-wanita lain mengidolakan
Miyabi, Britney Spears, Celine Dion, Madona
Engkau mengidolakan Khadijah, Maryam, Asiyah, Fatimah
Di saat wanita lain bangga aibnya terbuka
Puas jika namanya di puja-puja
Engkau justru mengasingkan diri dari gemerlap dunia
Merahasiakan kebaikan yang kau lakukan pada sesama
Karena takut jatuh pada perbuatan riya’.

Di saat wanita-wanita lain menghabiskan waktu di plaza
Menghamburkan materi dengan sia-sia
Engkau justru menghabiskan waktumu di musholla
Menguatkan zikir dan memuja asma-Nya.
Merenda istighfar di atas sajadah cinta…

Di saat wanita-wanita lain hanyut dalam pesona zaman
Bercengkerama liar dengan segala kemewahan
Sibuk memuja artis-artis idaman
Engkau justru sibuk mengkaji ilmu
Mendakwahkan agama Islam tanpa ragu
Berjibaku dengan segala kesulitan
Meneriakkan kalimat jihad militan…

Di saat wanita-wanita lain sibuk menenteng majalah erotis
Menggumbar gosip sesama secara sadis
Engkau justru teguh pada Al-Qur’an dan hadis
Yang kau jadikan pegangan hidup
Agar iman di dadamu tidak redup…

Wanita pendamba syurga…
Agungnya akhlakmu berselimut mutiara
Pada rahimmu kelak generasi-generasi agama
Akan Allah amanahkan
Engkau calon madrasah pertama
Saat mutiara-mutiara Dien terlahir di dunia …

Penantian

BAgaimana bisa aku rindu serindunya ketika kubaca ulang pesan-pesan lama kita?

Sehebat itukah kenangan?

Semudah itukah meneteskan air mata?

Kamu tahu, satu-satunya hal yang membuatku candu adalah hangatnya sebuah dekapan.

Lantas jika dirimu sudah tak bisa lagi mendekapku erat, bisakah kamu memberiku saran atas apa yang harus kulakukan?

Bak tersihir, aku melemah akan sebongkah kenangan yang merasuk begitu cepat.

Tak bisa mengelak diserang riuhnya rindu yang begitu hebat.

Sampai-sampai aku terpaku mengingat rasa yang dulu pernah melekat.

Dan itu kamu, masih tetap kamu yang menjadi segala sumber bahagia yang nyatanya tak sanggup didekap erat.

WANITA DAN AIR MATA

Saat senyuman tak mampu berbohong

Saat mata tak mampu membendung air mata

Saat tubuh ku mulai rapuh

Saat itu aku merasa sendiri
Andai kebahagiaan bisa aku beli

Pasti aku sudah memilikinya
Kebahagiaan ku

Saat aku menitikan air mata,

Dan mereka berkata

Aku mengerti kamu, seutuhnya… ♥♥♥
_______________

♥ Wanita dengan kekuatannya, ia menjadi sangat utama. 

Dibahunya, ia mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, 

walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi 

yang sedang tertidur.

♥ Wanita diberi kekuatan untuk dapat melahirkan bayi dari rahimnya, 

walau kerap berulangkali menerima cerca dari si bayi itu apabila ia telah membesar.

♥ Wanita diberi keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, 

pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.

♥ Wanita diberi kesabaran jiwa untuk merawat keluarganya walau dia sendiri letih, 

walau sakit, walau penat, tanpa berkeluh kesah.

♥ Wanita diberi perasaan yang peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya 

dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan 

dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada anak-anak yang mengantuk menahan lelap. 

Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

♥ Wanita diberi kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati 

dan jantung agar tak terkoyak.

♥ Wanita diberi kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai isterinya. 

Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.

♥ Dan wanita diberi air mata, agar dapat mencurahkan perasaannya. 

Inilah yang khusus kepada wanita, agar dapat ia gunakan bila waktu pun ia inginkan. 

Ini bukan kelemahan bagi wanita, karena sebenarnya air mata ini adalah 

“air mata kehidupan”.