Kata ‘selamat tinggal’ hanya untuk mereka yang menyukai dengan mata mereka. Karena bagi mereka yang menyukai dengan hati dan jiwa, tidak ada sesuatu seperti pemisah.

Iklan

Ingin rasanya
kutumpahkan smua asa yang ada
Entah apa yang skarang kurasa
Aq tak tau..

Haruskah rasa ini ku bawa
Bersama dlm dinginya malam
Aku tak mau..
Ingin ku berteriak
Tapi q tau tak kan merubah apa yang ada didada

Dinginnya angin malam
Lelapkan daku dalam ksendirian
Lepaskan segala beban
Yang tk tau kapan kan hilang

“Ku pikir, wanita itu bodoh bila berlagak bahwa ia setara dengan pria.

Wanita jauh lebih hebat, sudah sejak dahulu demikian.

Apapun yang kau berikan kepadanya, ia akan membuatnya lebih besar.

Kau beri ia setetes mani, ia memberimu bayi.

Kau beri ia bangunan, ia akan memberimu rumah tangga.

Jika ia kau beri belanjaan, ia akan memberimu banyak kebutuhan.

Jika kau memberinya senyummun, ia memberimu hatinya.

Ia melipatgandakan dan membesarkan apa saja yang diberikan kepadanya.

Jadi, kalau kamu memberinya sampah, bersiaplah untuk menerima satu ton kotoran.”

  • Ku menangis dalam kias
  • Melambai bengis diam mengikis
  • Jauh ku ucap debur ombak yang diam
  • Mungkin inilah saat ku tak sangup kembali
  • Saat cinta ini tak memberikan kesadaran

  • Untuk memilih jalan untuk kita bersama

Sebatas angan-angan
Semua terlihat hanyalah kiasan
tak selamanya terlihat indah
menunggu kepastian
menunggu persetujuan
semangati diri yang mulai menyerah
aku tak ingin hanya mengalah
aku masih memiliki jalan
untuk melangkah lebih jauh
jangan halangi aku

DEAR MY DIARY

Dear my diary…

Barisan ayat penuh arti dalam kertas putih
Itu puisi…
Tak ubahnya kehidupan
Ada kejujuran
Air mata
Ke sinisan
Ada pengharapan
Sedikit cemas
Dan banyak rindunya
Apapun kisah nya tergambar doa doa dibalik ayat ayat nya…
Lewat kata kita luahkan yang ada
Lewat kata terasa semua tersampaikan
Antara penulis dan pembaca sama sama tiada beda
Bersiaplah bergumul dengan kata
Ketika kau membaca ayat ayat Pablo neruda , Kahlil Gibran ,Khalid Salle ,kamaria buang ,W.S Rendra atau Soe hok gie dan banyak lagi karya yang tercipta dari ujung sebuah pena
Apa kata matamu..???
Jangan jadi seperti mereka
Sudah jelas mereka bukan kita
Mereka yang habis kan hidup bersama ayat ayat kehidupan yang mereka cipta
Tak henti selagi bernafas tuk mengajak jiwa jiwa muda tuk berani bersuara
Suarakan kegelisahan-mu
Suarakan harapan-mu
Suarakan cinta dan rindu-mu
Hanya secarik kertas dan sedikit tinta
Lalu biarkan hati dan pikiran mu menyatu
Maka kau dapat melihat kehidupan hanya lewat kata kata…
Dari mereka
Aq melihat kata menjadi makna
Aq melihat barisan kata yang bernyawa
Aq ingin menjadi mereka… Tidak …
Aq adalah aq dengan kebodohan ku
Aq adalah aq menatap dari masa ku
Aq adalah aq yang cinta puisi…
Seperti mereka yang tak,kan berhenti menulis hingga tinta terakhir…

Bukan Puisi

YY

Cinta

Bukan perkara tentang cinta atau tidak cinta, maupun sayang atau tidak sayang

Hanya saja diri ini terlalu menyadari akan realita yang sebenarnya enggan berpihak

Dan bukan karena tidak ingin berjuang ataupun terlalu letih bertahan
Hanya saja semesta memang tidak menceritakan akhir kisah menjadi seutuhnya ‘kita’

Karena nyatanya kita saling tak berdaya melawan atau merutuki semesta yang mungkin sedang bercanda
Bahkan sudah tak mampu untuk merasa gusar akan pilihan takdir yang tak sesuai keinginan
Dan pada akhirnya aku tergugu, membisu di ruang rindu yang hampa suara
Menikmati kekangan ego yang selalu ingin meronta
Dan ini, bukan tentang hati yang memaksa ingin bersama
Namun tentang merelakan karena semesta yang tak ingin kita bersama